Latihlah lisan kita

 

Suatu ketika, di sebuah rumah sakit di Malang, ada seorang yang harus dirawat inap selama beberapa hari. Penyebab dia harus dirawat adalah telinganya yang terkena tetanus akibat kurang berhati-hati saat membersihkan telinganya. Saking parahnya penderitaannya, dia sering mengerang kesakitan.

Tahukah anda apakah yang diucapkannya saat dia menahan rasa sakit yang sangat itu?

Bukan, istighfar atau pujian kepada Allah tetapi kata-kata umpatan yang kotor yang keluar dari mulutnya. Diantara sadar dan tidak, berkali-kali umpatan kotor itu keluar dari mulutnya. Yang memprihatinkan lagi, saudaranya yang menjaganya karena tidak tahan dengan keluhan si sakit yang suka mengumpat, maka dia balas mengumpat dan menyumpahi yang sakit dengan kata-kata kotor pula. Naudzubillahi mindzalik. Continue reading

Advertisements
Posted in Artikel Siswa, buletin | Tagged | Leave a comment

Pasar Lawang, Surga Persinggahan

Oleh: Astrid W. Roodiyah, SP.*

Barangkali fenomena ini hanya akan anda temui di pasar Lawang. Kota kecil di ujung utara kabupaten Malang. Selaik nama yang disandangnya, pasar Lawang tak ubahnya seperti gerbang transit wisatawan. Apalagi jika hari telah berada di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Saya tidak tahu apakah lantaran arti kata “Lawang” yang secara kebetulan dalam bahasa Jawa (suku yang mendominasi penduduk Lawang) mempunyai makna “pintu”, lantas Lawang menjadi pintunya kota Malang. Yang jelas, selalu terbesit di benak saya jika sudah sampai Lawang maka Malang hanya selangkah kaki saja. Dulu, saat masih kuliah di kota Malang, saya ingat sekali bagaimana senangnya perasaan saya ketika kereta api pagi yang saya naiki dari Surabaya sudah masuk Lawang. Udara sejuk merebak memasuki celah jendela kereta api pagi, seolah memberi tanda bahwa perjalanan sebentar lagi usai dan kami hampir sampai di kota Malang. Kantuk yang sebelumnya hinggap seakan pergi begitu saja terusir udara sejuk Lawang. Saya terpikat dengan sejuk kota kecil ini. Continue reading

Posted in Artikel Siswa | Tagged | Leave a comment

Pasar Lawang, Surga Persinggahan

Oleh: Astrid W. Roodiyah, SP.*

Barangkali fenomena ini hanya akan anda temui di pasar Lawang. Kota kecil di ujung utara kabupaten Malang. Selaik nama yang disandangnya, pasar Lawang tak ubahnya seperti gerbang transit wisatawan. Apalagi jika hari telah berada di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Saya tidak tahu apakah lantaran arti kata “Lawang” yang secara kebetulan dalam bahasa Jawa (suku yang mendominasi penduduk Lawang) mempunyai makna “pintu”, lantas Lawang menjadi pintunya kota Malang. Yang jelas, selalu terbesit di benak saya jika sudah sampai Lawang maka Malang hanya selangkah kaki saja. Dulu, saat masih kuliah di kota Malang, saya ingat sekali bagaimana senangnya perasaan saya ketika kereta api pagi yang saya naiki dari Surabaya sudah masuk Lawang. Udara sejuk merebak memasuki celah jendela kereta api pagi, seolah memberi tanda bahwa perjalanan sebentar lagi usai dan kami hampir sampai di kota Malang. Kantuk yang sebelumnya hinggap seakan pergi begitu saja terusir udara sejuk Lawang. Saya terpikat dengan sejuk kota kecil ini.

Barangkali itu pula yang menyebabkan wisatawan tak pernah absen mengunjungi pasar Lawang. Di mana lagi anda akan berbelanja di Lawang, memanjakan mata dan lidah dengan hasil alam yang segar: buah serta sayur mayur merah hijau merona dan merekah selain di pasar Lawang? Memang tak ada lagi tempat keramaian di kota kecil lagi. Jangan bayangkan mall mewah dan megah, plaza, atau taman kota. Yang ada pasar kecil yang selalu berdenyut 24 jam! Denyut ini semakin kencang jika Anda sengaja berkunjung atau hanya sekedar melewati pasar Lawang pada 2 hari di akhir pekan. Semua terpusat di surga persinggahan kota kecil Lawang.

Barangkali tak hanya saya yang punya kebiasaan unik di akhir pekan. Berkendara sore bersama suami menuju pasar Lawang untuk menyaksikan padatnya tempat parkir di pasar Lawang. Tempat parkir yang tak seberapa luas itu penuh sesak dengan berbagai kendaraan mulai dari bus pariwisata hingga mobil pribadi. Berlomba siapa yang paling cepat menebak dari kota mana setiap plat nomor kendaraan yang parkir itu berasal. Menyaksikan orang dari berbagai daerah berkumpul menjadi satu. Mulai kota tetangga, Surabaya, hingga kota-kota di luar Jawa Timur. Banyak diantara mereka lalu lalang berburu buah dan sayur di pasar tradisional sampai memborong oleh-oleh di kompleks rumah-toko yang lebih modern. Beberapa diantaranya hanya terlihat duduk-duduk saja di emperan toko, menikmati keramaian, atau sekedar melepas lelah. Yang wisata kuliner juga tak kalah, warung makanan dan minuman juga yang sekelas café tak pernah sepi dari peminat. Tak ingin kalah seru, para pedagang musiman seakan ingin menandingi riuh pengunjung. Berbekal satu komoditas saja mereka berani berekspansi menjajah area parkir dengan menawarkan tas plastik besar untuk wadah belanja! Tentu saja, para wisatawan nan haus berbelanja jarang yang membawa barang kecil itu, yang ternyata sangat mereka perlukan. Tas plastik atau kresek yang dijajakan para pedagang itu pun laris manis. Remeh namun Cerdik. Sungguh pemandangan yang memukau hati sekaligus menggelitik otak..

Barangkali dengan fenomena di atas, beberapa orang akan berpikir untuk membuka lapak di salah satu sudut pasar Lawang. Seorang kawan berpikir tentang sebuah kedai makanan sementara kawan yang lain membayangkan sebuah lapak sewa yang khusus menawarkan jasa pijat yang memang belum tersedia di pasar Lawang. Fantastis! Saya tak pernah berpikir ke sana. Saya bertanya mengapa harus jasa pijat? Lihat dan perhatikanlah wisatawan yang seliweran itu, kata kawan saya. Semua tersenyum senang. Adakah yang tidak merasa senang? Ya, para sopir kendaraan. Mereka mungkin sudah berkali-kali mengunjungi pasar Lawang. Dan perjalanan yang cukup jauh pasti membuat mereka lelah. Ya..ya..ya, saya menangkap ke mana arah pembicaraan kawan saya itu. Kira-kira seperti ini lanjutannya. Maka, mengapa kita tidak membuka sebuah lapak yang menyenangkan kaum minoritas itu? Mereka juga perlu merasa senang kan? Jasa pijat sangat pas untuk mereka. Bahkan yang lain juga akan tertarik untuk meregangkan otot mereka yang capai mondar-mandir berbelanja keluar masuk pasar. Mereka senang karena kembali bugar, kita pun senang. Begitu? Ya, seratus untuk saya, haha.

Barangkali di kemudian hari, celoteh kawan saya yang saya ceritakan di atas tak hanya sekedar bayangan belaka. Mungkin saat ini ia sedang disibukkan dengan urusan keluarganya. Namun siapa tahu, suatu sore saat saya berkendara di akhir pekan. saya akan menyaksikan sebuah lapak jasa pijat ramai dengan antrian wisatawan transit yang ingin menikmati pijat ala Lawang… Tentunya, itu akan menambah kenikmatan di surga persinggahan: pasar Lawang.

*seorang ibu rumah tangga dan aktivis ASI yang menyukai dunia menulis serta pendidikan anak

Posted in Tugas SMI | Tagged , , , | Leave a comment

Pasar Minggu STPP Malang

Oleh Cahya Purnama, S.Pi

STPP (sekolah tinggi penyuluh pertanian) Malang,warga sekitar lebih mengenal dengan nama APP (akademi penyuluh pertanian),berlokasi di tepi utara kelurahan randuagung,kecamatan singosari, memiliki lahan yang sangat luas yang meliputi area perkantoran,asrama mahasiswa, permahan dosen dan karyawan, lahan persawahan dan hutan.terdapatnya hutan,lokasi yang berbukit dan udara yang masih segar menjadikan stpp malang banyak dikunjungi warga sekitar utuk sekedar ber-refressing di hari libur.

Saya tidak aka bercerita stpp malang lebih detail, yang ingin saya ceritakan adalah kegiatan setiap hari minggu pagi di stpp malang, ya pasar minggu pagi stpp malang. kebetulan saya adalah salah satu pedagang disani, tetapi bukan seperti kebanyakan pedagang yang ada, saya khusus pedagang jasa yaitu jasa “PIJAT REFLEKSI”. silahkan yang hendak merasakan tarian jari-jari tangan saya bisa datang di pasar minggu stpp malang setiap jam 6-8.30 pagi. ada banyak pedagang dengan beraneka jenis dagangan, ada baju,sandal,mainan anak,buku,peralatan dapur,dan yang paling banyak adalah makanan, ada pecel,nasi goreng, siomay, batagor, bubur ayam dan lain-lain. Biasanya setiap tanggal muda,minggu I dan II, jumlah pengunjung lumayan rame dibanding minggu III dan IV. biasa fenomena tanggal muda. tapi jenis dagangan saya ini tidak banyak dipengaruhi kondisi tanggal.kadang tanggal muda pun pernah tidak ada yang duduk dikursi pijat saya,artinya tidak ada yang pijat…heheheheh….alias tidak dapat penghasilan. tapi kadang juga bisa 3-5 pasien yang saya pijat meskipun di tanggal tua. Alhamdulillah sekarang sudah ada 6 pasien berlangganan….ya meskipun setiap minggunya tidak selalu rutin datang bersamaan….kadang 2,3 atau kadang juga hanya 1 orang yang datanng. ya itulah sedikit kisah saya di pasar minggu stpp malang.

Ada kejadian yang menggelisik di 2 minggu terakhir ini, jumlah pengunjung menurun. apa yah penyebabnya?beberapa teman berbisik dan beberapa orang yang biasa berkunjung juga berbisik……masalah parkir mas…bikin males datang. masa parkirnya 2.000…sudah gitu gak boleh bawa motor ke atas, lokasi parkir juga terlalu jauh dari lokasi pasar. ada lagi yang bilang saya kesini kan hanya untuk jalan-jalan masa harus bayar parkir 2.000. ya padahal biasanya parkirkan hanya 1.000. sesekali saya juga berbisik kepada teman-teman pedagang dan pengunjung….”maklumlah kan pengelola parkirnya bukan orang-orang stpp, tapi orang luar, biar bagi hasilnya sama-sama besar makanya parkirnya 2.000″ heheh….ini baru asumsi saya lho…..tetapi Alhamdulillah meskipun pengunjung menurun 2 minggu kemarin pendapatan saya tidak menura un….hheheh …itu yang penting….semoga masalah parkir di pasar stpp ini segera bisa diatasi….jangan sampe ada demo dari para pedagang….semoga para pengelola pasar minggu stpp segera tanggap…. trimakasih…

Posted in Tugas SMI | Tagged , , , | Leave a comment

Hati-hati, Pak Husnun datang membawa virus menular!

Oleh: Astrid W. Roodiyah, SP.*

Apa yang anda pikirkan tentang kata “virus”? Pada umumnya kita melakukan imunisasi untuk mencegah virus berbahaya menyerang kekebalan tubuh kita. Namun, hal tersebut tidak akan pernah berlaku untuk virus yang akan saya ceritakan kali ini. Bagi anda yang ingin belajar menulis, memulai menulis, atau sekedar hobi menulis, harap berhati-hati karena virus itu bernama menulis.

Continue reading

Posted in Artikel Siswa | Tagged ,

Tugas pertemuan ke 2

assalamu ‘alaikum

Siswa SMI sekalian,

Berikut kami sampaikan tugas pada pertemuan yang kedua, yaitu membuat sebuah tulisan bertemakan pasar. Pasar menjadi topik kita yang kedua, karena di dalamnya sarat akan makna dan ide. Anda bisa menggali dan mengkaji dari sisi manapun. Untuk mempermudah, kami sertakan mind mapping tentang pasar

Tugas mohon bisa dikerjakan dan diusahakan dikirim by email dalam pekan ini. antara tgl 14-18 Maret 2011 ke hmcahyo@gmail.com; hmcahyo@yahoo.com atau shastono@gmail.com atau langsung ke pak Husnun caknunmp@yahoo.com

Ditunggu ya..tetap semangat…!!

Sekian dan terimakasih

 

 

Posted in Pengumuman | Leave a comment

[ Info Lomba ] Saat Mendapatkan Hidayah

Bismillahirrahmanirrohim…
Pernah mengalami satu moment yang menginspirasi kamu untuk berubah ? Menjadi lebih baik dengan iman yang lebih berkualitas ? Menjadi manusia baru dengan semangat Ruarr biasa dibanding sebelumnya ? Yuk saatnya berbagi agar menjadi sumber inspirasi untuk orang lain.
Tuliskan pengalaman Hidayah Menakjubkan yang membuatmu SANGAT TERSENTUH, BERKESAN, BERHARGA dan jadi TITIK BALIK dalam hidupmu untuk kembali ke jalanNYA. Ya, Jalan penuh kebaikan dan ketaatan padaNYA. Lanjut Baca

Posted in Info Lomba | Tagged , | Leave a comment

Tentang Menulis

Oleh
Abdul Muiz*

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan. Menulis adalah hal yang sangat sulit bagi orang yang tidak biasa menulis. Memulai sebuah tulisan adalah sesuatu yang berat. Namun harus Anda lakukan jika Anda ingin bisa menulis. Anda harus mulai menulis.

Jika ingin menulis harus sering membaca buku. Karena menulis dibutuhkan wawasan dari bacaan. Anda akan bisa menulis jika Anda mau mengisi kepala Anda terlebih dahulu dengan bacaan. Banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mengisi kepala Anda.

Kemudian bilamana akan menulis kita harus melakukan mind mapping dulu, karena mind mapping sangat perlu biar ketika proses menulis di tengah jalan tidak kacau atau lupa tujuan dari menulis. Kemudian pembentukan mind mapping harus menggunakan 5w + 1H. Agar jelas maksud isi dari tulisan anda. Pimred Malang Post Pak Husnun N. Djuraid mengatakan “hindari banyak bicara dan mulailah menulis”.

*) Siswa Sekolah Menulis Insaf angkatan 1

Posted in Tugas SMI | Leave a comment

KARENA SUNGKAN

Oleh:
Styono, SE, MT*

Barangkali saya termasuk yang punya garis tangan baik, seringkali beruntung. Masalah prestasi, alhamdulillah saya tak banyak mengalami kendala berarti. Sejak kecil saya sudah hobi mendapat hadiah utama seandainya tidak dapat juara….(kan seandainya, jadi kalau ingin hadiah pasti harus juara). Mulai juara balapan karung, lari kelereng, masukkan jarum ke botol, gigit uang receh di jeruk ber-oli, bahkan ditunjuk mewakili sekolah saat itu untuk tampil menari jawa klasik, menyanyi mocopat-panembromo, dan yang bikin heboh keluargaku adalah, ketika klas 4 SD, saya mendapat juara harapan 1 MTQ tingkat kecamatan (alif ba ta saja tidak hafal). Continue reading

Posted in Artikel Siswa | Tagged , , | Leave a comment

Obat Tinggi

Oleh:
Styono, SE, MT*

Saudaraku jauh masih penasaran dengan gelar yang “kadang-kadang” nempel di belakang namaku. Wajar lah, dari perspektif mana pun, orang yang mengenal dekat terhadapku pasti berkomentar,”Tidak mungkiiiiiin!” Bisa lulus SMP saja sudah mesti ngucap alhamdulillah. Bapaknya buruh tani, ibunya pekerja keras mengurus rumah tangga yang digaji sesuai yang didapat Direktur Keluarganya, adik-kakaknya pun ada yang berijasah SD, SMP, paling tinggi SMEA; itu pun kakaknya mesti tut wuri handayani dengan bekerja sebagai Pe eR Te. Jadi dari sudut mana pun orang akan bingung dengan gelar yang diketahui tiba-tiba ditulis dibelakang namanya, apalagi hanya KADANG-KADANG. Curiga! Jangan-jangan hanya guyonan yang memang dia, kalau lagi kumat, lumayan piawai ngebodor.
“SE MT itu sejarahnya piye to Mas?”
Sarjana ENGGAK Master TIDAK!” cetusku.
“Njenengan mesti gitu e, Mas!”
”Iyya bener…gelar itu kan kudu dibuktikan dg “foto wisuda”, dan aku tak punya itu Dek”.
“Haiyyah merendah…!”
“Enggak kok, wong aslinya aku memang rendah alias pendek, lha nanti kalau “meninggi” Sampean tanya terus pakai obat apa?

****

*) salah satu peserta Sekolah Menulis Insaf Angkatan I

Posted in Artikel Siswa | Tagged , , , | Leave a comment